Meraup Untung Dengan Beternak Ayam Kampung

Selamat Datang di Citra Lestari Group, Kali ini kami akan mengulas mengenai Meraup Untung Dengan Beternak Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan binatang yang sering ditemui sebagai peliharaan karena sifatnya yang tidak terlalu sulit dikelola. Tak heran apabila memelihara ayam kampung secara kecil-kecilan pun sering dimanfaatkan sebagai lahan bisnis oleh sebagian orang. Dalam hal ini,beternak ayam kampung dalam skala yang lebih besar tentunya dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan laba tak kalah besar dengan bisnis-bisnis lainnya.

DOC Ayam Kampung Super copy

Kekhawatiran terbesar untuk memulai bisnis ternak unggas—termasuk ayam kampung—ialah potensi serangan penyakit menular seperti tetelo, flu burung, atau gumboro. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung agar Anda dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Bibit

Dalam pemilihan ayam kampung, wajib hukumnya memilih bibit ayam kampung atau DOC (day old chick) yang bagus, yakni keturunan dari ayam bertubuh besar. Selanjutnya DOC harus ditetaskan dalam waktu tepat 21 hari dan divaksinasi sesuai dengan usianya. Proses pengembangan yang baik akan menghasilkan DOC dengan bulu mengkilat, tegap, mata bersinar, dan sehat tanpa cacat.

Kandang

Demi hasil yang maksimal, akan lebih baik apabila kandang ayam kampung dibangun dengan jarak 1 km dari pemukiman warga. Meski demikian, masalah keterbatasan lahan dan keinginan untuk lebih praktis membuat syarat tersebut tidak selalu mudah dipenuhi. Oleh karena itu, paling tidak tempatkanlah kandang ayam minimal 5 meter dari pemukiman, dengan catatan Anda perlu lebih ekstra mengurus sanitasinya. Pastikan kandang mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak lembab. Sediakan tiap 1m2 lahan untuk maksimal tujuh ekor ayam kampung. Selain itu bedakanlah kandang-kandang untuk pemeliharaan ayam anda. Untuk anak ayam yang baru lahir letakkan di kandang box, lalu memasuki hari ke-21 ayam dapat dipindahkan ke kandang postal. Selain itu, sediakan kandang baterai yang berguna untuk menampung ayam-ayam mengerami telur.

Kandang Ayam

Kandang Ayam KAmpung

Pakan

Tidak perlu banyak ketentuan dalam memberi ransum pada ayam kampung. Secara umum, dedak, konsentrat dan jagung menjadi standar pakan bagi ayam kampung. Meski demikian, sisa-sisa sampah dapur, remukan mie dan roti juga dapat diberikan dan cenderung lebih hemat biaya. Hal yang terpenting kemudian ialah menyesuaikan kadar ransum sesuai dengan usia ayam. Sementara untuk air tidak diperlukan takaran khusus. Hanya untuk awal, akan baik apabila air dicampur dengan vitamin.

Keuntungan dari ternak ayam kampung akan sangat terasa apabila dibandingkan dengan ayam boiler. Tak seperti ayam boiler yang harganya di pasaran sering mengalami fluktuasi, harga ayam kampung justru cenderung stabil dan bahkan hampir selalu naik. Selain itu, ayam kampung juga dijual berdasarkan massa tubuhnya, sehingga semakin berat akan semakin mahal, tidak seperti ayam boiler yang justru makin murah ketika bobotnya makin berat. Dengan demikian, bagi Anda yang ingin memulai suatu bisnis mandiri, beternak ayam kampungdapat menjadi salah satu opsi yang dapat Anda pertimbangkan untuk dicoba.\

Informasi Sebelumnya : Info Praktis : Belajar Budi daya ayam

Comments

comments